6 Kelemahan Usaha Menjahit di Era Digital

Mempunyai usaha konveksi atau menjadi tukang jahit saat ini merupakan pilihan yang masih cukup menjanjikan untuk mencari penghasilan. Apabila Anda ingin membuka usaha tersebut, penting untuk mengetahui apa saja resiko, kendala serta kelemahan dari usaha menjahit.

Loading...

Agar usaha yang akan dijalankan dapat berjalan dengan baik. Karena kebetulan, di keluarga kami ada yang bekerja di perusahaan konveksi dan membuka usaha menjahit di rumah selama lebih dari 10 tahun. Oleh sebab itu, kami akan membagikan pengalaman tersebut khususnya kendala serta kelemahan apa saja yang perlu Anda ketahui.

Kelemahan usaha menjahit

1. Minat masyarakat mulai berkurang

Kemajuan teknologi saat ini telah memudahkan banyak orang dalam membeli pakaian. Mereka dengan leluasa bisa memilih model dan bentuk pakaian yang di inginkan. Sehingga, minat masyarakat untuk pergi ke tukang jahit menjadi berkurang drastis.

Sehingga, mereka cenderung memilih cara yang lebih cepat, yaitu dengan membeli pakaian yang di inginkan secara online. Meskipun pakaian yang dipesan di luar kota, namun hanya lewat smartphone saja, pesanan bisa sampai dan di bayar rumah.

2. Membutuhkan tukang jahit atau karyawan yang handal

Salah satu kelemahan usaha konveksi yaitu terletak pada sumber daya manusianya. Karena, kepercayaan client atau konsumen akan bergantung pada hasil jahitannya. Apabila tukang jahitnya asal-asalan sehingga jahitannya kurang rapih, maka bisa dipastikan bahwa pelanggan tidak akan kembali lagi.

Jadi, apabila Anda ingin membuka usaha menjahit, pastikan bahwa Anda mempunyai karyawan yang bisa di andalkan. Agar client tidak kecewa, sehingga mereka akan kembali lagi dan menjadi pelanggan setia.

3. Harus mampu menjaga kualitas jahitan

Ketika Anda telah mendapatkan pelanggan setia, maka Anda harus mampu menjaga kualitas jahitan dengan konsisten. Selain itu, dengan kualitas tersebut maka akan dipercaya banyak orang.

Jangan sampai terjadi seperti pengalaman di tempat kerja saya. Tukang jahit yang sudah melakukan kontrak kerja sama harus berakhir karena kualitas yang tidak di jaga. Banyak pakaian yang sudah jadi tapi tidak pas ukurannya. Ada yang tidak muat dan kelebihan ukuran.

4. Harus mampu mengikuti perkembangan zaman

Arus informasi hampir tidak bisa dibendung lagi. Kecanggihan teknologi saat ini menjadikan segalanya menjadi mudah. Jika Anda tidak mampu mengimbanginya, maka Anda harus bersiap jika usaha konveksi Anda akan tergerus oleh perkembangan zaman.

Loading...

Jadi, pilihan terbaik yang harus dilakukan adalah dengan mengenalkan usaha menjahit atau konveksi Anda di internet atau eksis di media sosial. Hal ini akan sangat membantu agar usaha Anda tidak ketinggalan dari yang lain.

Baca juga : Tips mencari orderan jahitan

5. Mahalnya harga bahan dan produksi

Kendala lain dari usaha konveksi yaitu mahalnya harga produksi seperti bahan pakaian, mesin jahit, listrik dan alat lainnya. Saat orderan sepi, maka keuntungan yang di dapat tidak sesuai seperti yang diharapkan.

Karena, jika mengambil untungnya sedikit pasti tidak akan cukup untuk menutup biaya produksi. Tapi jika mengambil untung agak banyak, sudah pasti pelanggan akan berfikir ulang.

6. Membutuhkan waktu yang tidak sebentar

Kebanyakan orang, bila menjahit biasanya menginginkan pesanannya bisa cepat selesai dan hasilnya sempurna. Tentu ini bukan menjadi masalah jika tukang jahitnya sudah profesional dan orderan lagi sepi.

Tapi jika si tukang jahit atau konveksi tersebut sedang banyak kerjaan, tentu mereka membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Karena apabila di paksakan cepat selesai, kemungkinan hasilnya kurang maksimal.

Kesimpulan

Dalam setiap bisnis apapun termasuk usaha konveksi, pasti ada resiko dan kendala yang menyertainya. Tidak ada yang berjalan mulus jika kita ingin sukses. Meskipun terdapat kelemahan pada usaha menjahit, tapi itu bukanlah menjadi hambatan jika Anda mampu mengatasinya.

vestoli

Pecinta kopi, teknologi, fotografi, setia dan suka olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!